Text-to-Image (Matlab)

menampilkan teks sebagai image

menampilkan teks sebagai image


% === program matlab ===
A = [
0.6499 0.7904 0.7753 0.8098 0.8050
0.3097 0.5903 0.7904 0.8419 0.7702
0.8593 0.4145 0.3097 0.6499 0.7904
0.7753 0.8098 0.8050 0.3097 0.5834
];
B = [ 0.8600 0.9163 0.9300 0.3243 ];
T = eye (4,4);
C1 = ((tan(A))’ * (T(1,:))’)’;
C2 = ((tan(A))’ * (T(2,:))’)’;
C3 = ((tan(A))’ * (T(3,:))’)’;
C4 = ((tan(A))’ * (T(4,:))’)’;
D = [ C1 C2 C3 C4 sinh(B) ];
E = char(round(10^(log10(100))* D));
F = [‘\fontsize{20}{\color{white}’,E,’}’];
image(A);
fprintf(‘%s \n’,E);
text (1.25,2.5,F);
Meskipun ini sebenarnya program buat bercanda/nge-junk, tetapi mudah-mudahan juga ada manfaatnya bagi pemula. Program ini membuat tulisan teks/string yang merupakan hasil pengubahan dari angka bulat ke huruf (dengan menggunakan perintah “char“). Di dalam Matlab, setiap huruf atau aksara ASCII mempunyai kode angka bulat, misalnya: A = 65, B = 66, C = 67, dst … Di samping itu, di dalam contoh ini barangkali juga bisa dilihat bagaimana cara menampilkan teks ke dalam gambar/image dengan ukuran, letak dan warna huruf yang bisa dipilih
Iklan

Rekap Pilpres: Excel KPU vs. Matlab :-)

 

Sebetulnya saya sudah rada enggak terlalu menaruh perhatian lagi pada proses perhitungan suara hasil Pilpres 09, wong pemenangnya sudah jelas. Tapi hari ini terpaksa ikut “smile” juga membaca bbrp komentar di internet yang “menghujat” ketidak telitian perhitungan Tim Rekapitulasi Nasional nya KPU. Sebetulnya penyebabnya sederhana [ dgn kata lain = ‘stupid’ 🙂 ]: Seperti yang diduga oleh penulis posting yg di fwd mas Satrio ke milis “ppi-india”:

http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/message/95586

di duga petugas pengolah data di KPU (mestinya) menggunakan piranti Spreadsheet spt MS Excel utk menghitung dan mengolah datanya, tetapi nampaknya ‘salah pakai’ atau ‘tidak tahu cara memakai yg benar’, misalnya: bisa jadi data numerik di masuk-kan sebagai data text yang menyebabkan si Excel tidak bisa mengolahnya :-), dan akibatnya diduga si petugas tersebut terpaksa menggunakan cara manual, pake kalkulator tangan, mungkin kalkulator yg dipakai bakul beras di pasar-2 itu untuk menghitungnya, sehingga terjadi kesalahan angka sebesar 40,000 (empat puluh ribu suara). Sepintas lalu angka 40,000 nampak ‘kecil’ dibandingkan dgn jumlah total pemilih yang ratusan juta. Tetapi kita perlu ingat, 40,000 suara itu setara dengan jumlah suara dari 8-20 buah desa, jika diasumsikan setiap desa menyumbang antara 2000-5000 suara. Pantaskah kita menganggap suara yg setara dengan 8-20 buah desa itu tak berarti?

  1. Dari ukuran profesionalitas, Pemilu maupun Pilpres 2009 adalah sebuah proyek nasional yang beayanya cukup besar, hingga dalam orde triliunan, hal seperti di atas seharusnya tidak layak terjadi, apalagi ini data yan ditampilkan di situs resminya KPU di  http://tnp.kpu.go.id/pilpres200907/rekap_manual_nasional/index.htm  . Jadi juga ada dampak nama baik /prestige KPU maupun bangsa Indonesia juga.
  2. Yang kedua, baik Pemilu Legislatif dan Pilpres 2009 merupakan mekanisme Politik yang sangat strategis sekaligus kritis. Bayangkan jika terjadi kericuhan karena akibat kesalahan perhitungan suara seperti yang dialami negara lain, dampak nya dalam kehidupan politik bisa sangat serius.
  3. Hal yang patut menjadi catatan, lagi-lagi ‘kekeliruan teknis’ ini secara ‘kebetulan’ juga menguntungkan/menambah suara ke kubu SBY. Saya secara pribadi berpendapat mungkin kesalahan ini memang tidak disengaja, tetapi di lain pihak nampak bahwa petugas pengolah data sebenarnya ‘menyadari’ ada yang salah di dalam perhitungannya yang ‘canggih :)’. Saya bisa menunjuk-kan indikasinya:  Si petugas sebenarnya telah membuat 2 kesalahan perhitungan:  (A) Ketika menghitung total jumlah suara untuk propinsi Papua (baris ke 32 pada tabel) = jumlah suara ketiga kontestan, si petugas membuat kesalahan, angka hasil penjumlahannya kelebihan 40,000.  (B) Ketika menjumlah suara total nasional untuk masing-masing kontestan, si petugas (heran-saya) juga membuat kesalahan yang ‘mirip’ : angka penjumlahan untuk suara SBY ‘kelebihan 40,000’. Padahal kalau penjumlahan ini dilakukan manual dgn kalkulator tangan, kedua kesalahan di atas harusnya kan ‘independent’, tapi kenapa angka kesalahannya bisa SAMA?  :-)), kesimpulannya kedua kesalahan tsb tersebut ada ‘korelasinya’, bisa jadi ybs tidak bermaksud menguntungkan salah satu kontestan, tetapi sekedar ‘menutupi’ kesalahan di tempat yang satu dengan ‘mengkompensasi’ jumlah angkanya di tempat yang lain supaya ‘klop’ :-))
  4. Kesalahan hasil rekapitulasi KPU tersebut terlihat nyata setelah saya cek lagi menggunakan program Matlab yang tentu saja cukup sederhana. Hasil perhitungan Matlab saya sajikan di bawah ini. ‘Program Matlab’ nya saya simpan di <http://www.geocities.com/batikfractal/it/pemilu2009.txt>

=================================================
Prop:   Mega-Pro:   SBY-BD:   JK-Win:   J. Prop(KPU)   J.Prop(Cek)  Selisih 
=================================================

 1               53835      2093567        97717     2245119       2245119          0
 2          1395532       4234116      303684     5933332     5933332          0
 3            134662        1828155      324336     2287153      2287153         0
 4           555564        1502684      287067     2345315     2345315          0
 5           455239          927038      178223     1560500    1560500          0
 6         1518648        2075451      244245     3838344     3838344          0
 7          197566           545327      107338      850231         850231          0
 8          963228         2803691      225426     3992345      3992345         0
 9           211984           267914         69796      549694          549694         0
10         198364           481795         68417      748576         748576         0
11       1028227        3543472      464257     5035956     5035956          0
12      5793987      14385202    1925533   22104722   22104722         0
13       6694981         9281132      1514316   17490429  17490429         0
14         555071         1219187      201389       1975647    1975647          0
15       5916628      11732298    1801836    19450762  19450762         0
16       1389285        3350243      410270      5149798      5149798         0
17         992815           822951          96571        1912337    1912337         0
18         188705         1693864      387257       2269826    2269826         0
19         881761          1125592      127441        2134794    2134794         0
20        848603          1235144      202459       2286206    2286206         0
21        430087            491319         95305        1016711     1016711        0
22        376941          1106775      245142       1728858     1728858        0
23        443323            833059      328990       1605372    1605372        0
24        393147             691954      177174       1262275    1262275        0
25       110627              669413      544758       1324798     1324798       0
26       167970           1335115     2719701      4222786    4222786       0
27         87536            499075      507504         1094115     1094115      0
28         35225             241222      269057           545504       545504       0
29         26815            293778      258336            578929       578929       0
30      192978            423165      171842            787985        787985       0
31        112173         214757       224583            551513        551513       0
32       104593       1337384      378119        1860096      1820096    40000
33          44484           313577       65982             424043         424043       0
34          47521           235146       57743             340410         340410       0

=================================================

=================================================

                                            Mega-Pro        SBY-Boedi         JK-Win     Jumlah Total

=================================================

Rekapitulasi K P U   :   32,548,105    73,874,562    15,081,814    121,504,481

Rekapitulasi Matlab :  32,548,105    73,834,562    15,081,814     121,464,481

=================================================

==>    SELISIH   :         ——          40,000          ——           40,000

Peluncuran Roket RX-420 LAPAN

Roket LAPAN

Roket LAPAN

Gambar saat peluncuran roket dari kendaraan peluncur
(Launching Vehicle) milik LAPAN.

Video Rekaman Peluncuran, Pameungpeuk, Garut, 2 Juli 2009:


video-liputan

http://tinyurl.com/berita-tempo-interaktif-01

Roket RX-420 Dibuat Dari Bahan Lokal

Kamis, 02 Juli 2009 | 15:58 WIB

TEMPO Interaktif, GARUT – Instrumen roket RX-420 yang diujicobakan di Stasiun Peluncuran Roker Cilauteureun, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat sepenuhnya memakai bahan lokal. Menurut Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, daya jelajahnya pun 100 kilometer dengan kekuatan yang empat kali lebih cepat dari kecepatan suara.

” Karena itu, peluncuran kali ini juga untuk menguji roket untuk menembus daerah subsonik dan supersonik. Karena daerah tersebut memiliki panas di atas 1.200 derajat celcius. Cukup besar dibandingkan yang lainnya,” kata Kusmayanto di Pameungpeuk, Garut, Kamis (2/7).

Menurutnya, instrumen roket yang dibuat Lapan tersebut sepenuhnya menggunakan bahan baku lokal. Hal itu untuk mencegah terjadinya embargo dari negara lain, bila negara yang digunakan bahannya untuk roket bermasalah dengan Indonesia. “Bahan roket ini bisa kita beli di pasar,” ujarnya.

Pembuatan roket itu memakan waktu selama tiga bulan. Spesifikasi roket itu, berdiameter 420 mm, berat luncur 1000 kg, panjang roket 6200 mm, jenis propelan solid-komposit, waktu bakar 13 detik, waktu terbang 205 detik, maksimum kecepatan 4,5 mach, prediksi jangkau 101 km, prediksi ketinggian 53 km, muatan: diagnostik,GPS, altitudemeter, gyro, 3-axis accelerometer, processor dan baterai.

Sedangkan spesifikasi roket RX-100 diantaranya, diameter 110 mm, berat luncur 30 kg, panjang roket 1900 mm, jenis propelan solid-komposit, waktu bakar 2,5 detik, waktu terbang 70 detik, maksimum kecepatan 1,7 mach, prediksi jangkau 11 km, prediksi ketinggian 7 km, muatan: diagnostik, GPS, altitudemeter, gyro, 3-axis accelerometer, processor dan baterai.

SIGIT ZULMUNIR

Penyunting Tulisan Arab

اسلام عليكم ورحمة الله

Saya menyediakan situs untuk membuat tulisan Arab yang pendek seperti untuk bismillah,  salam, nama orang,  untuk mengutip kata dari Quran/Hadith. yang kemudian bisa di salin dan di tempel-kan (copy & paste) di blog anda (wordpress, multiply, facebook, dsb. ).

Silahkan klik di sini: Arabic Line Editor

Desa Tunggul dan Naufal

Naufal 01

Naufal 01

Naufal 02

Naufal 02

Naufal 03

Naufal 03

Naufal 04

Naufal 04

Desa Tunggul; sebuah desa yang subur, terletak di kabupaten Sragen, Surakarta. Pertama melihat desa ini di tahun 1978, sewaktu SMA kami menyelenggarakan perkemahan Pramuka tahunan. Masih saya ingat bagaimana kami, kontingen Pramuka yg terdiri hampir 300 orang penegak mencapai desa itu menggunakan kereta api uap Solo-Ngawi, kereta yang dahulu di tahun 60-an dan 70-an juga digunakan ayah setiap kali berkunjung ke Ngawi, tempat kelahiran beliau.

Mungkin jg sdh kehendak-NYA lah jika salah seorang pak de/bude Naufal tinggal di desa ini.  Ketika masih kecil salah satu kegemaran Naufal adalah bermain dengan sapi milik pak De nya :), kalau kami berkunjung ke sana.

Mas AD, anak sulung pak De tsb seseorang yang kreatif, bertekad menjadi entrepreneur. “Konsep” dia yg menarik: baginya “batas” demarkasi antara kota dan desa sudah saatnya dihapus. Orang bisa saja tinggal di desa tetapi bekerjanya “mobile”: musim tanam & panen bantu pekerjaan di desa, waktu-2 lain cari order pekerjaan di kota.  Modalnya katanya cukup 1 mobil pick-up & handy :-).

Conquest of Paradise (1492)

 

columbus_00

Columbus

 

peta dunia pra-Kolumbus

peta dunia pra-Kolumbus

 

film "Conquest of Paradise - 1492"

film "CoP - 1492"

 

 Sesaat menjelang Fajar, tanggal 3 Agustus 1492, Nina, Pinta, dan Santa Maria, tiga buah Caravelle – kapal penjelajah Spanyol – mengangkat jangkarnya, meninggalkan pelabuhan pelabuhan Palos de La Frontera, membelah lautan hitam menuju cakrawala bersaput kabut kelabu yang belum pernah ditembus pelaut generasi mereka. Columbus, yang berada di atas Santa Maria mengepalai ekspedisi itu.

Columbus sebenarnya lahir di Italia. Jiwa petualangannya mengarugni lautan telah di mulai saat remaja. Di usia 14 tahun, di dalam salah satu pelayaran, Columbus terdampar di pantai Portugal dan akhirnya menetap di negeri ini. Di dalam suasana kemunduran Eropa di akhir abad pertengahan (abad 16) Columbus mempunyai visi yang jauh untuk berlayar ke arah barat, menyeberangi lautan Atlantik untuk “menemukan jalan baru ke Asia”. Visi Columbus bukan didasari oleh jiwa berpetualang semata, tetapi juga oleh jiwa niaga seorang Mercantil: ekspedisi pelayaran ini diharapkan akan memberi akses kerajaan-kerajaan Eropa terhadap monopoli perdagangan rempah-rempah dengan India/Asia serta imbalan kedudukan baginya sebagai Stake-holder.  Permusuhan antara Eropa dan Turki-Utsmani (Ottoman Empire) memang telah menutup sebagian  jalur perdagangan langsung Eropa dengan Asia melalui darat. 

Di masa itu, Portugal telah merintis beberapa ekspedisi pelayaran yang menggunakan basis ilmu pengetahuan dan teknologi. Pangeran Heinrich, seorang bangsawan Portugal yang sangat antusias dengan dunia bahari dan bahkan mendirikan sebuah Akademi Ilmu Bahari waktu itu tidak berhasil diyakinkan Kolumbus untuk mendukung gagasannya.

Keberuntungan akhirnya datang juga bagi Columbus. Berakhirnya perang Reconquista dengan kemenangan Spanyol merebut Granada, pusat kekusaan Muslim yang terakhir di semenanjung Iberia membawa suasana optimisme baru. Columbus berharap denga suasana eupheria Spanyol yang sedang merayakan kemenangannya, Ratu Isabela dan Raja Ferdinand akan mendukung rencana pelayarannya.

Di masa Columbus, pengetahuan bahwa bumi berbentuk bola, dan jika seseorang melakukan perjalanan ke salah satu arah di sepanjang garis lintang yang sama, akan bisa mengelilingi bumi, dan sampai di tempat semula merupakan pengetahuan yang sudah mapan. Pada saat yang sama, pengetahuan Geografi mengenai dunia timur jauh, dalam batas tertentu juga telah sampai di Eropa. Perjalanan Marcopolo misalnya, telah membuka mata Eropa mengenai keberadaan negeri-negeri di Timur jauh seperti Cina yang kaya dan telah maju peradabannya. Jalur perdagangan rempah-rempah yang berasal dari India melalui jalan darat juga telah memberi gambaran berapa jauh jarak antara tanah India dari Eropa. Perkiraan mengenai panjang keliling bumi juga telah lama diketahui. Dengan data-data inilah Columbus membuat perkiraan jarak antara tanah Spanyol dan India bila dia menempuh jalur perjalanan melalui laut ke arah barat. Maka Columbus membuat proposal, lengkap dengan business-plan nya yang diajukan kepada pemerintah Spanyol untuk mendapat dukungan dan pembeayaan. Salah satu sebab mengapa proposal Columbus lama terkatung-katung adalah sikap sketptis para pakar Geografi Spanyol, padanan dari The National Geographic Society di masa ini, waktu itu mengenai “technical feasibility” dari rencana pelayaran Columbus. Para pakar rata-rata memperkirakan bahwa jarak antara pantai barat Eropa dan tanah India jika menempuh pelayaran ke arah barat lebih jauh dari apa yang dipaparkan oleh Columbus sewaktu dia presentasi dengan Lap-Top-nya di hadapan para Universitas Salamanca di tahun 1491.

Setelah melalui perdebatan dan penolakan, dengan kegigihannya, akhirnya ratu Isabella menyetujui proposalnya. Salah seorang penasehat Isabella waktu itu berpendapat, bahwa sebenarnya kalau
dipikir-pikir, beaya investasi yang harus dikeluarkan pemerintah Spanyol untuk membeayai sebuah ekspedisi kecil dengan 3 buah kapal layar tidaklah terlalu besar. Kalau dihitung-hitung resikonya, Columbus dan anggota ekspedisinya lah yang mempertaruhkan nyawanya. Jika teori Columbus salah, dan mereka tersesat dan terkatung-katung di tengah lauran, mereka sendiri yang akan kehilangan nyawa, sementara pemerintah Spanyol hanya kehilangan 3 kapal ekspedisi dan perlengkapannya.

the dining philosophers

the dining philosophers

the dining philosophers

 

road-traffic deadlock

road-traffic deadlock

 Di dalam ilmu komputer, apabila dijumpai beberapa proses yang berjalan secara mandiri tetapi menggunakan sumber daya (resources) yang sama, akan terjadi kemungkinan keadaan saling menunggu secara timbal-balik (jika hanya melibatkan 2 pemakai/proses), atau secara “melingkar” (jika melibatkan lebih dari 2 pemakai/proses), yang disebut sebagai kebuntuan (deadlock), misalnya di dalam suatu proses multi-threading.

Contoh lainnya dari keadaan kebuntuan (deadlock) dalam peristiwa sehari-hari: adalah kebuntuan arus lalu-lintas di suatu persimpangan jalan, di mana setiap kendaraan berada dalam posisi saling-menghalangi kendaraan lainnya, dan pada saat yang sama saling menunggu kendaraan lainnya untuk bergerak maju dulu seperti juga ditunjukkan pada gambar di atas. Sebuah Applets kartun sederhana yang memperagakan sebuah deadlock dapat dilihat di sini .

Keadaan ‘saling-tunggu-secara melingkar’ di atas digambarkan seperti keadaan di mana 5 orang filsuf duduk melingkar dalam suatu jamuan makan (dinner) di sebuah meja bundar di restoran China. Untuk bisa memakan makanan China, setiap orang memerlukan sepasang (2 buah) supit (chopstick), jadi akan diperlukan 10 batang supit utk. kelima filsuf tersebut.  Masalahnya, saat itu restoran sedang penuh pelanggan hingga persediaan supit yg ada sampai tidak mencukupi.

Maka, sang pelayan restoran punya gagasan: “ah, bukankah para filsuf ini punya kebiasaan makan sambil sesekali berhenti dan melamun (berfikir), jadi toh mereka bisa menggunakan supit secara bergantian.” Maka di meja para filsuf tersebut hanya disediakan 5 batang supit yang ditaruh berselang-seling di antara kelima piring/mangkuk makanan mereka seperti terlihat pada gambar di atas.

Apa yang diharapkan si pelayan memang bisa saja terwujud, kalau saja para filsuf ini bisa “berkoordinasi”, kalau salah seorang sedang makan, filsuf yang duduk persis di sebelahnya harus berhenti makan dan berfikir, dan sebaliknya. Dengan demikian, setiap filsuf yang sedang mendapat “giliran” makan akan bisa menggunakan kedua batang supit yang ditaruh di sebelah kanan dan kirinya. Tetapi karena koordinasi seperti ini tidak ada, ada saat-saat di mana kelima filsuf secara serentak ingin makan, dan masing-masing (maksimum) hanya kebagian 1 supit, misalnya yang di sebelah kanan-nya, maka mereka hanya mengangkat sebatang supit itu dengan tangan kanannya, sambil menunggu supit di sebelah kiri mereka *selesai dipakai* oleh tetangganya, ini akan menyebabkan ke 5 filsuf tersebut saling menunggu selama-lamanya … 🙂

 

the dining psilosophers versi plesetan :)

the dining psilosophers versi plesetan 🙂

pengamanan jembatan dgn kamera

 

Kamera pengawas di jembatan Golden Gate

Kamera pengawas di jembatan Golden Gate

 

Jembatan Golden Gate di San Fransisco yang selesai dibangun tahun 1937 an waktu itu merupakan jembatan gantung (suspension gate) yang paling panjang di dunia. Pada saat ini jembatan telah dilengkapi dengan sistem pengamanan termasuk kamera-kamera pengawas.
 

Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu

 

Karena jembatan Suramadu ini merupakan aset nasional yang bernilai Trilyunan rupiah, dan akan menjadi jalur uratnadi ekonomi yang penting yang menghubungkan pulau Madura dan Jawa, tentu sangat penting untuk mengamankan jembatan ini. Apakah di jembatan Suramadu juga sudah dipasangi Kamera-kamera pengawas?

panci dari bekas Boeing-747 :-)

 

Pesawat Boeing-747 yg di-besi-tua-kan

Pesawat Boeing-747 yg di-besi-tua-kan

 

Pesawat Bomber B52 yg di-besi-tua-kan

Pesawat Bomber B52 yg di-besi-tua-kan

 

Secara teoritis, usia teknis sebuah pesawat terbang, selama kekuatan setrukturnya masih memungkinkan dan suku-cadangnya masih ada yang memasok, bisa sangat lama. Tetapi masalahnya, semakin tua sebuah pesawat terbang,  beaya perawatannya akan semakin mahal. Dan suatu saat akan muncul produk penggantinya yang secara ekonomis biasanya lebih menguntungkan. Hal ini pada prinsipnya berlaku baik bagi pesawat komersial maupun pesawat militer. Usia ekonomis pesawat terbang jet komersial seperti Boeing-747 adalah sekitar 20-30 tahun. Pesawat yang secara ekonomis tidak mungkin dioperasikan lagi, idealnya adalah dihancurkan dan komponen serta bahan strukturnya di daur ulang kembali. Tetapi rupanya hal ini tidak mudah. Bekas pesawat seperti ini di Amerika, karena mungkin sulit di daur ulang, akibatnya menumpuk dan terkesan menjadi besi-tua, dan ditaruh di sebuah lapangan di padang pasir di Arizona yang digunakan sebagai “kuburan” bekas pesawat terbang (aircraft graveyard) , baik pesawat terbang sipil maupun militer seperti ditunjuk-kan di atas.

Mesin Stamping/Drawing Hidrolik

Mesin Stamping/Drawing Hidrolik

 

 

panci aluminium

produk panci aluminium

 

Alangkah baiknya kalau bahan struktur pesawat di atas bisa di daur ulang, misalnya dibuat peralatan dapur seperti panci, wajan, dandang/pengkukus, dan sebagainya :-). Mungkin yang diperlukan adalah peralatan pembentuk panci seperti mesin Stamping/Drawing mirip yang ditunjuk-kan di bawah ini. Hasilnya panci, kan keren kalau dijual dan di beri label: “panci ini dibuat dari pesawat Boeing-747”, atau “penggorengan ini dibuat dari pesawat Bomber B-52 milik USAF”. Ada yang berminat bisnis di bidang ini? :-).

Video yang menunjuk-kan proses Stamping untuk pembuatan panci dapat dilihat pada video ini .

Sepeda motor jaman dulu

Vespa Special

Vespa Special

Tahun 1979 aku kelas I SMA, naik kelasnya terpaksa mundur 1 semester, karena waktu itu terjadi semester “perpanjangan” dari Januari ke Juli. Orang tua ku membelikanku sebuah Vespa Special, kedaraan sekelas motor bebek. Saya lebih menyukai vespa karena di samping bagasi belakang, di bagian depan di samping ada tempat luas buat meletak-kan kaki, ada tempat memadai untuk membawa barang , dan juga nyaman untuk memboncengkan anak-kecil/keponakan dengan berdiri di depan. Sangat nyaman dan andal untuk dipakai di dalam kota dengan landscape seperti kota Solo. Tetapi karena power nya kecil (90 cc), saya hanya membawanya paling jauh sampai di kawasan pinggir (suburb) kota Solo, seperti misalnya Kartosuro dan kawasan Lanuma Adisumarmo. Suatu saat ketika pulang dari rumah teman di Lanuma Adisumarmo, senja hujan lebat, dalam terbatasnya daya pandang, kendaraanku menabrak becak. Becaknya tidak apa-apa, tapi vespaku lumayan penyek-penyek, makanya kemudian kutempelin sticker “Gembreng Mlampah” – < gembreng = kaleng bekas >.  (Foto di atas masih “meminjam” foto dari internet, sayang saya tidak punya foto kendaraan saya di atas).

Vespa Sprint 150 cc

Vespa Sprint 150 cc

Awalnya kendaraan di atas (Vespa Sprint) keluaran tahun 1969 dibeli oleh mas MZ, kakak sulungku di tahun 1974. Kendaraan itu membantu mas MZ yang bekerja di proyek Bengawan Solo yang kantornya ada di pinggiran barat kota Solo, dan kadang-kadang untuk me”lajo” ke Yogya untuk urusan skripsinya. Beliau waktu itu, sambil bekerja, sedang dalam penyelesaian TA nya di Jurusan Teknik Sipil UGM. Tetapi tahun 1981 ketika aku mulai kuliah di Bandung, kami “barteran” Vespa. Vespa Sprint kakakku yang 150 cc kupikir lebih tepat untuk dibawa ke Bandung, sementara Vespa special ku yang hanya 90 cc bisa digunakan mbak MS, isteri MZ untuk keperluan di dalam kota Solo. Tadinya cat aslinya warna Gold, tetapi setelah 3 tahun di Bandung, catnya ku ubah menjadi warna biru seperti di atas. Vespa sprint ini sewaktu masih di Solo pernah ku bawa sampai ke Tawang Mangu (ketinggian 1000 m), tempat wisata di lereng Gunung Lawu. Selama di Bandung, pernah kubawa sampai ke Bekasi dan Jakarta via Cikampek, lalu balik ke Bandungnya lewat Puncak. Juga pernah kubawa sampai ke Tangkubanperahu, tanpa ada masalah. a very rugged vehicle.

(Foto di atas juga masih “meminjam” foto dari internet, saya sebenarnya punya foto kendaraan tsb cuman, tidak saya dokumentasi).

« Older entries Newer entries »