Kecelakaan Pesawat Hercules C-130 TNI-AU

Reruntuhan C-130 yg jatuh di Magetan Jatim 20 Mei 2009

Reruntuhan C-130 yg jatuh di Magetan Jatim 20 Mei 2009

 

 

Presiden SBY dan Pimpinan TNI

Presiden SBY dan Pimpinan TNI

 

C130

Pesawat Hercules C-130 TNI-AD

 

Perawatan Sudu Kompresor Mesin T-56 Hercules

Perawatan Sudu Kompresor Mesin T-56 Hercules

 

Kecelakaan pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU pada hari ini, Rabu 20 Mei 2009 merupakan sebuah tragedi bagi TNI. Ini merupakan kecelakaan pesawat TNI yang ketiga selama 5 bulan pertama di tahun ini. Hanya saja, kali ini yang mengalami kecelakaan adalah sebuah pesawat Hercules yang sedang mengangklut sekitar 100 orang anggota TNI dan keluarganya, termasuk wanita dan anak-anak. Saat ini jumlah penumpang yang tewas lebih dari 95 orang.

Di dalam suasana menjelang pemilihan Presiden 2009, peristiwa ini segera menjadi komoditi politik. Calon presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi hal ini dengan mengemukakan kritik bahwa hal ini disebabkan oleh kebijakan presiden SBY memotong anggaran militer. Hal ini langsung dibantah oleh SBY dengan menyatakan bahwa pemotongan anggaran tersebut hanya untuk pos pembelian Alutsísta baru dan tidak mempengaruhi annggaran untuk pemeliharaan. Sore ini presiden SBY memanggil panglima TNI dan ketiga kepala Staf TNI beserta Menteri pertahanan untuk meminta penjelasan. Media detik.com mengungkapkan ekspresi presiden yang nampak “marah” sewaktu memberikan penjelasan kepada pers disertai para pimpinan TNI yang nampak menunduk-kan kepala. Menurut pendapat saya, secara politik SBY “masih untung” bahwa meskipun korban yang tewas banyak, kecelakaan yang terjadi menyangkut sebuah pesawat militer. Jika ini terjadi pada pesawaat penumpang sipil, dampak politiknya mungkin akan lebih besar. Apakah ini artinya masyarakat kita relatif “kurang peduli” kepada nasib keluarga militer yang juga manusia? apakah karena mereka hanya dianggap sebagai “warga tangsi”? …

Saya rasa tidak ada salahnya jika peristiwa ini dijadikan moment bagi seluruh bangsa untuk selalu belajar dari pengalaman, termasuk pengalaman yang pahit. Penyebab kecelakaan bisa dikarenakan kesalahan pilot, kondisi pesawat, atau keadaan cuaca. Menurut sebuah data statistik seperti yang saya kutip di bawah ini, kecelakaan pesawat penumpang komersial sejak tahun 1950-an hingga tahun 2000-an, sekitar 50% penyebab kecelakaan adalah kesalahan pilot, di-ikuti dengan kesalahan mekanik/peawat sekitar 22%, lalu faktor cuaca 12%. Penyebab pasti kecelakaan pesawat Hercules C-130 TNI-AU di Magetan masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut.

SEBAB 1950s 1960s 1970s 1980s 1990s 2000s Total
Pilot 58 57 42 44 43 45 50
Pesawat 21 20 23 21 21  28 22
Cuaca 16 10 13 15 9 8 12

Meskipun pesawat Hercules C-130 merupakan wahana produk tahun 1960 an (Lockheed Martin, USA), sebagaimana pemakai pesawat serupa di negara-negara lain, pihak TNI telah melakukan peremajaan pesawat-pesawat C-130 nya. Peremajaan baru setahun yang lalu dilakukan di Singapura yang meliputi struktur pesawat, instrumentasi/avionik, serta mesin. Mesin pesawat hercules yang merupakan mesin jenis Turboprop jenis T-56 telah diperbarui dan di upgrade dari T-56 versi yang lebih baru.  Rencananya pada tahun depan, tahun 2010 pekerjaan peremajaan ini akan bisa dilakukan di Indonesia di Depo perawatan di Malang dan di Bandung. Ini dikaitkan dengan perjanjian alih teknolkogi dari pihak Singapura yang mendapat kontrak pekerjaan peremajaan sebalumnya.

Iklan

Persamaan daripada Maxwell


Persamaan Maxwell