panci dari bekas Boeing-747 :-)

 

Pesawat Boeing-747 yg di-besi-tua-kan

Pesawat Boeing-747 yg di-besi-tua-kan

 

Pesawat Bomber B52 yg di-besi-tua-kan

Pesawat Bomber B52 yg di-besi-tua-kan

 

Secara teoritis, usia teknis sebuah pesawat terbang, selama kekuatan setrukturnya masih memungkinkan dan suku-cadangnya masih ada yang memasok, bisa sangat lama. Tetapi masalahnya, semakin tua sebuah pesawat terbang,  beaya perawatannya akan semakin mahal. Dan suatu saat akan muncul produk penggantinya yang secara ekonomis biasanya lebih menguntungkan. Hal ini pada prinsipnya berlaku baik bagi pesawat komersial maupun pesawat militer. Usia ekonomis pesawat terbang jet komersial seperti Boeing-747 adalah sekitar 20-30 tahun. Pesawat yang secara ekonomis tidak mungkin dioperasikan lagi, idealnya adalah dihancurkan dan komponen serta bahan strukturnya di daur ulang kembali. Tetapi rupanya hal ini tidak mudah. Bekas pesawat seperti ini di Amerika, karena mungkin sulit di daur ulang, akibatnya menumpuk dan terkesan menjadi besi-tua, dan ditaruh di sebuah lapangan di padang pasir di Arizona yang digunakan sebagai “kuburan” bekas pesawat terbang (aircraft graveyard) , baik pesawat terbang sipil maupun militer seperti ditunjuk-kan di atas.

Mesin Stamping/Drawing Hidrolik

Mesin Stamping/Drawing Hidrolik

 

 

panci aluminium

produk panci aluminium

 

Alangkah baiknya kalau bahan struktur pesawat di atas bisa di daur ulang, misalnya dibuat peralatan dapur seperti panci, wajan, dandang/pengkukus, dan sebagainya :-). Mungkin yang diperlukan adalah peralatan pembentuk panci seperti mesin Stamping/Drawing mirip yang ditunjuk-kan di bawah ini. Hasilnya panci, kan keren kalau dijual dan di beri label: “panci ini dibuat dari pesawat Boeing-747”, atau “penggorengan ini dibuat dari pesawat Bomber B-52 milik USAF”. Ada yang berminat bisnis di bidang ini? :-).

Video yang menunjuk-kan proses Stamping untuk pembuatan panci dapat dilihat pada video ini .

Telekomunikasi di masa Kartini hingga era kemerdekaan

Sarana transportasi merupakan prasarana yang sangat vital bagi setiap pemerintahan. Imperium Persia membangun jaringan jalan yang mencakup wilayah ribuan kilomneter,  yang dihubungkan oleh kurir berkuda dengan pos-pos peristirahatan. Imperium romawi membangun jaringan jalan di Eropa yangsebagian sisanya  masih bisa disaksikan hingga hari ini. Setelah revolusi Industri I, penggunaan tenaga mesin semakin meingkatkan efektivitas transportasi sebagai prasarana kolonialisme.

Jaringan kereta api di Jawa mulai dibangun tahun 1864, hanya beberapa tahun setelah negeri Eropa, bahkan mendahului Jepang. Ini karena begitu vitalnya peranan jaringan kereta api. Tahun 1894, Jakarta-Surayabaya telah terhubung jalur kereta api.  Jarak yang sebelum itu membutuhkan waktu perjalanan hingga 2 minggu kemudian bisa ditempuh selama 3 hari, itupun karena kereta api hanya di jalankan siang hari.

Demikian pula setelah era komunikasi sejak pertengahan abad 19, telegram dengan cepat menjadi alat komunikas yai yang vital. Tahun 1856, Jakarta dan Boutenzoekj (Bogor) telah dihubungkan dengan sebuah jalur komunikasi telegram. Ini dilakukan hanya sekitar 4 tahun setelah jaringan Telegram di bandugn di Belanda sendiri. Di  Eropa maupun Amerika  jaringan kabel telegram dibangun sepanjang jaringan rel kereta api. Untuk menghubungkan antar benua, sejak 1870 telah berhasil dibangun kabel telegram menyeberangi lautan atlantik. Jaringan telegraph global, terutama antara eropa dan Asia sangat didominasi oleh Inggris. Pada tahun 1870 kapal CS Hibernia memasang kabel telegram sepanjang 557 mil laut antara Singapura dan Batavia. Setahu sesudah itu, kapal yang sama, disertai oleh CSEdiburg menggelar kabel telegram antara Banyuwangi dan Darwin, Australia.

Tahun 1870 an juga ditandai dengan perkembangan teknologi telepon yang, sebagaimana telegraph juga menyebar secar apesat. Pada tahun 1900, jumlah pelanggan telepon di Hindia Belanda telah mulai banyak, 925 di Batavia, 371 di Semarang , 571 di Surabaya. Bahkan di Jepara, di mana R.A. Kartini tinggal, jumlah pelanggannya telah mencapai 37.