Sepeda motor jaman dulu

Vespa Special

Vespa Special

Tahun 1979 aku kelas I SMA, naik kelasnya terpaksa mundur 1 semester, karena waktu itu terjadi semester “perpanjangan” dari Januari ke Juli. Orang tua ku membelikanku sebuah Vespa Special, kedaraan sekelas motor bebek. Saya lebih menyukai vespa karena di samping bagasi belakang, di bagian depan di samping ada tempat luas buat meletak-kan kaki, ada tempat memadai untuk membawa barang , dan juga nyaman untuk memboncengkan anak-kecil/keponakan dengan berdiri di depan. Sangat nyaman dan andal untuk dipakai di dalam kota dengan landscape seperti kota Solo. Tetapi karena power nya kecil (90 cc), saya hanya membawanya paling jauh sampai di kawasan pinggir (suburb) kota Solo, seperti misalnya Kartosuro dan kawasan Lanuma Adisumarmo. Suatu saat ketika pulang dari rumah teman di Lanuma Adisumarmo, senja hujan lebat, dalam terbatasnya daya pandang, kendaraanku menabrak becak. Becaknya tidak apa-apa, tapi vespaku lumayan penyek-penyek, makanya kemudian kutempelin sticker “Gembreng Mlampah” – < gembreng = kaleng bekas >.  (Foto di atas masih “meminjam” foto dari internet, sayang saya tidak punya foto kendaraan saya di atas).

Vespa Sprint 150 cc

Vespa Sprint 150 cc

Awalnya kendaraan di atas (Vespa Sprint) keluaran tahun 1969 dibeli oleh mas MZ, kakak sulungku di tahun 1974. Kendaraan itu membantu mas MZ yang bekerja di proyek Bengawan Solo yang kantornya ada di pinggiran barat kota Solo, dan kadang-kadang untuk me”lajo” ke Yogya untuk urusan skripsinya. Beliau waktu itu, sambil bekerja, sedang dalam penyelesaian TA nya di Jurusan Teknik Sipil UGM. Tetapi tahun 1981 ketika aku mulai kuliah di Bandung, kami “barteran” Vespa. Vespa Sprint kakakku yang 150 cc kupikir lebih tepat untuk dibawa ke Bandung, sementara Vespa special ku yang hanya 90 cc bisa digunakan mbak MS, isteri MZ untuk keperluan di dalam kota Solo. Tadinya cat aslinya warna Gold, tetapi setelah 3 tahun di Bandung, catnya ku ubah menjadi warna biru seperti di atas. Vespa sprint ini sewaktu masih di Solo pernah ku bawa sampai ke Tawang Mangu (ketinggian 1000 m), tempat wisata di lereng Gunung Lawu. Selama di Bandung, pernah kubawa sampai ke Bekasi dan Jakarta via Cikampek, lalu balik ke Bandungnya lewat Puncak. Juga pernah kubawa sampai ke Tangkubanperahu, tanpa ada masalah. a very rugged vehicle.

(Foto di atas juga masih “meminjam” foto dari internet, saya sebenarnya punya foto kendaraan tsb cuman, tidak saya dokumentasi).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: