Plato, hardware, and software world

mbah Plato

mbah Plato

dunia hardware

dunia hardware

dunia software

dunia software

Berikut saya akan mencoba memaparkan suatu argumen, mana yang lebih sulit: bidang perangkat keras (hardware) ataukah perangkat lunak (software), dengan menggunakan anggapan adanya “dua jenis alam” di atas: alam materi dan alam  non-materi (Platonic world). Menurut hemat saya, dua-duanya bisa jadi sama-sama sulitnya.

Di dalam membuat software, misalnya piranti lunak untuk mensimulasikan suatu gejala alam maupun sistem-nyata hasil rekayasa, ada satu kecenderungan yang umum: pekerjaan membuat program simulasi akan semakin sulit jika di inginkan agar hasilnya sedekat mungkin dengan kenyataan: gejala alam maupun sistem rekayasa yang disimulasikan. Itulah mengapa orang pada awalnya menggunakan suatu model ideal, kemudian baru secara bertahap, pada model ideal ini ditambahkan efek-efek lainnya secara bertingkat: 1st-order effects, 2nd-order effects, dan seterusnya agar semakin mendekati kenyataan.

Banyak contoh lain kegiatan analisis ataupun simulasi yang dimulai dengan menggunakan pendekatan model ideal seperti di atas. Di dalam fisika panas atau termodinamika misalnya, orang menggunakan apa yang disebut sebagai gas ideal sebagai “fluida kerja” nya untuk menghindari kerumpinan analisis yang timbul jika digunakan gas yang nyata. Tetapi di dalam aplikasi, misalnya dalam merancang bangun motor bakar seperti halnya mesin diesel, model tersebut kemudian perlu dikoreksi dengan memperhitungkan sifat-sifat gas yang nyata .

Di dalam bidang lain misalnya fisika zat padat, kita pertama akan memodelkan bahan kristal zat padat sebagai kristal ideal, berupa kisi kristal yang serba teratur, simetrik dan periodik, tanpa ada aruh apa-pun (zero-th order model). Tetapi begitu kita membahas tahanan listrik dari bahan ini, maka pada model kristal ideal tersebut kita tambahan efek-lain, katakanlah sebagai “1st order effect“. Di sini digambarkan akibat pengaruh panas (thermal agitation), kisi-kisi kristal bergetar (lattice vibration). Ini menyebabkan pembawa muatan, misalnya elektron yang bergerak di dalam kristal mengalami tumbukan dan hamburan, sebagian energi gerak akan diubah menjadi panas. Inilah asal-usul timbulnya tahanan listrik (electrical resistance) di dalam zat padat seperti logam. Semakin tinggi suhu lingkungan, semakin besar getaran ini, peluang tumbukan/hamburan elektron oleh kisi-kisi kristal semakin besar, sehingga semakin besar pula tahanan listriknya.

Jadi mengapa sulit bagi kita membuat simulasi yang mendekati dunia nyata? jawaban filsafati-nya menurut saya, menggunakan gagasan dunia Platonik di atas adalah: karena dalam membuat simulasi kita menggunakan “komponen-komponen” matematika dan algoritma yang berasal dari alam non-materi (the Platonic World) untuk menirukan perilaku sistem alam materi, baik suatu gejala alam atau sistem hasil rekayasa.

Sekarang bagaimana dengan bidang hardware? di sini berlaku sebaliknya 🙂 . Di dalam merancang bangun perangkat keras, kita menggunakan bahan-bahan dan komponen-komponen yang berasal dari alam materi untuk mewujudkan gagasan/tujuan abstrak yang sejatinya berasal dari alam non-materi. Sebagai bagian dari alam materi, maka bahan-bahan maupun komponen yang kita gunakan, misalnya saja penguat operasional (Op-Amp) di atas mempunyai keterbatasan/ketidak idealan. Akibatnya perilaku sistem yang dihasilkan juga akan mempunyai keterbatasan-keterbatasan.

Jadi kesimpulannya, baik pekerjaan di bidang simulasi (software) maupun di bidang pewujudan perangkat keras (hardware) dua-duanya mengandung tantangan, karena kita sejatinya mencoba mencapai tujuan di “alam A” dengan menggunakan bahan-bahan (ingredients) dan komponen-komponen yang berada di “alam B” ataupun sebaliknya. Di situlah letak masalahnya. You got it now? 😀

Hadith ttg bermimpi melihat Nabi

Entry di bawah ini saya buat setelah melihat suatu diskusi Islam di internet mengenai hadith Sahih Bukhari yang berkaitan dengan makna apabila seorang Muslim bermimpi bertemu dengan Nabi.  Pada diskusi tersebut ada yang mempertanyakan kecocokan terjemahan bhs Indonesia hadith-2 tsb dengan teks asli Arab-nya. Entry ini saya buat juga agar saya lebih mengenal kitab Sahih Bukhari baik dalam teks bahasa Arab maupun terjemahannya. Di bawah saya cantumkan 5 buah Hadith dari kitab Sahih Bukhari yang teks bahasa Arabnya saya peroleh dari http://www.quranurdu.com/Sahih_Bukhari/,  dan terjemahannya dalam bahasa Inggris saya dapatkan dari  situs Center for Muslim-Jewish Engagement, University of Southern California . Pada teks Arab-nya, bagian yang relevan dengan tema makna mimpi bertemu dengan Nabi saya tandai dengan garis-bawah warna hijau. Pada hadith yang kedua ( Hadith Sahih Bukhari nomor 6993 ), kata bahasa Arab  يقظة (al-yaqodhotu) saya beri tanda merah. Kata ini menurut terjemahan dalam bahasa Inggrisnya adalah: “wakefulness“, dalam keadaan jaga sepenuhnya.  Saya sudah sempat mengecek terjemahan kata “wakefulness” ke dalam bahasa Arab dengan menggunakan Google language-tool, dan ternyata kata Arabnya memang:  يقظة.

Kebetulan salah satu masjid Arab di kota Duisburg mempunyai koleksi buku/kitab yang cukup lengkap, termasuk Kitab hadith Sahih Bukhary. Pada kesempatan akhir pekan kemarin, 30 Mei 2009, isi teks kelima hadits di bawah ini juga sudah saya bandingkan dengan kitab Sahih Bukhary yang di masjid, dan memang sesuai. Juga ketika kepada salah seorang pengurus masjid (orang Arab) saya tanyakan apa arti kata  يقظة  di atas, beliau menjawab bahwa artinya memang “dalam keadaan terbangun”.

 hadith_melihat_nabi_01d

Narrated Abu Huraira:
The Prophet said, “Name yourselves with my name (use my name) but do not name yourselves with my Kunya name (i.e. Abu-l Qasim). And whoever sees me in a dream then surely he has seen me for Satan cannot impersonate me. And whoever tells a lie against me(intentionally), then (surely) let him occupy his seat in Hell-fire.” (Volume 1, Book 3, Number 110)
 hadith_melihat_nabi_02d

Narrated Abu Huraira:
I heard the Prophet saying, “Whoever sees me in a dream will see me in his wakefulness, and Satan cannot imitate me in shape.” Abu ‘Abdullah said, “Ibn Sirin said, ‘Only if he sees the Prophet in his (real) shape.'” (Volume 9, Book 87, Number 122)
 hadith_melihat_nabi_03d

Narrated Anas:
The Prophet said, “Whoever has seen me in a dream, then no doubt, he has seen me, for Satan cannot imitate my shape.” Volume 9, Book 87, Number 123:
 hadith_melihat_nabi_04d
Narrated Abu Qatada:

The Prophet said, “Whoever sees me (in a dream) then he indeed has seen the truth .” (Volume 9, Book 87, Number 125)
 hadith_melihat_nabi_05d

Narrated Abu Sa’id Al-Khudri:
The Prophet said, “Who ever sees me (in a dream) then he indeed has seen the truth, as Satan cannot appear in my shape.” (Volume 9, Book 87, Number 126).

Kecelakaan Pesawat Hercules C-130 TNI-AU

Reruntuhan C-130 yg jatuh di Magetan Jatim 20 Mei 2009

Reruntuhan C-130 yg jatuh di Magetan Jatim 20 Mei 2009

 

 

Presiden SBY dan Pimpinan TNI

Presiden SBY dan Pimpinan TNI

 

C130

Pesawat Hercules C-130 TNI-AD

 

Perawatan Sudu Kompresor Mesin T-56 Hercules

Perawatan Sudu Kompresor Mesin T-56 Hercules

 

Kecelakaan pesawat Hercules C-130 milik TNI-AU pada hari ini, Rabu 20 Mei 2009 merupakan sebuah tragedi bagi TNI. Ini merupakan kecelakaan pesawat TNI yang ketiga selama 5 bulan pertama di tahun ini. Hanya saja, kali ini yang mengalami kecelakaan adalah sebuah pesawat Hercules yang sedang mengangklut sekitar 100 orang anggota TNI dan keluarganya, termasuk wanita dan anak-anak. Saat ini jumlah penumpang yang tewas lebih dari 95 orang.

Di dalam suasana menjelang pemilihan Presiden 2009, peristiwa ini segera menjadi komoditi politik. Calon presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi hal ini dengan mengemukakan kritik bahwa hal ini disebabkan oleh kebijakan presiden SBY memotong anggaran militer. Hal ini langsung dibantah oleh SBY dengan menyatakan bahwa pemotongan anggaran tersebut hanya untuk pos pembelian Alutsísta baru dan tidak mempengaruhi annggaran untuk pemeliharaan. Sore ini presiden SBY memanggil panglima TNI dan ketiga kepala Staf TNI beserta Menteri pertahanan untuk meminta penjelasan. Media detik.com mengungkapkan ekspresi presiden yang nampak “marah” sewaktu memberikan penjelasan kepada pers disertai para pimpinan TNI yang nampak menunduk-kan kepala. Menurut pendapat saya, secara politik SBY “masih untung” bahwa meskipun korban yang tewas banyak, kecelakaan yang terjadi menyangkut sebuah pesawat militer. Jika ini terjadi pada pesawaat penumpang sipil, dampak politiknya mungkin akan lebih besar. Apakah ini artinya masyarakat kita relatif “kurang peduli” kepada nasib keluarga militer yang juga manusia? apakah karena mereka hanya dianggap sebagai “warga tangsi”? …

Saya rasa tidak ada salahnya jika peristiwa ini dijadikan moment bagi seluruh bangsa untuk selalu belajar dari pengalaman, termasuk pengalaman yang pahit. Penyebab kecelakaan bisa dikarenakan kesalahan pilot, kondisi pesawat, atau keadaan cuaca. Menurut sebuah data statistik seperti yang saya kutip di bawah ini, kecelakaan pesawat penumpang komersial sejak tahun 1950-an hingga tahun 2000-an, sekitar 50% penyebab kecelakaan adalah kesalahan pilot, di-ikuti dengan kesalahan mekanik/peawat sekitar 22%, lalu faktor cuaca 12%. Penyebab pasti kecelakaan pesawat Hercules C-130 TNI-AU di Magetan masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut.

SEBAB 1950s 1960s 1970s 1980s 1990s 2000s Total
Pilot 58 57 42 44 43 45 50
Pesawat 21 20 23 21 21  28 22
Cuaca 16 10 13 15 9 8 12

Meskipun pesawat Hercules C-130 merupakan wahana produk tahun 1960 an (Lockheed Martin, USA), sebagaimana pemakai pesawat serupa di negara-negara lain, pihak TNI telah melakukan peremajaan pesawat-pesawat C-130 nya. Peremajaan baru setahun yang lalu dilakukan di Singapura yang meliputi struktur pesawat, instrumentasi/avionik, serta mesin. Mesin pesawat hercules yang merupakan mesin jenis Turboprop jenis T-56 telah diperbarui dan di upgrade dari T-56 versi yang lebih baru.  Rencananya pada tahun depan, tahun 2010 pekerjaan peremajaan ini akan bisa dilakukan di Indonesia di Depo perawatan di Malang dan di Bandung. Ini dikaitkan dengan perjanjian alih teknolkogi dari pihak Singapura yang mendapat kontrak pekerjaan peremajaan sebalumnya.

Daurah Kebudayaan

 

Link Majalah Pesantren dan Budaya:


http://daurahkebudayaan.wordpress.com/

the Ganesh-81 ladies alumni inc.

 

justiani

justiani

 

megawatI_santoso

megawati santoso

 

srimurti

murti