Telekomunikasi di masa Kartini hingga era kemerdekaan

Sarana transportasi merupakan prasarana yang sangat vital bagi setiap pemerintahan. Imperium Persia membangun jaringan jalan yang mencakup wilayah ribuan kilomneter,  yang dihubungkan oleh kurir berkuda dengan pos-pos peristirahatan. Imperium romawi membangun jaringan jalan di Eropa yangsebagian sisanya  masih bisa disaksikan hingga hari ini. Setelah revolusi Industri I, penggunaan tenaga mesin semakin meingkatkan efektivitas transportasi sebagai prasarana kolonialisme.

Jaringan kereta api di Jawa mulai dibangun tahun 1864, hanya beberapa tahun setelah negeri Eropa, bahkan mendahului Jepang. Ini karena begitu vitalnya peranan jaringan kereta api. Tahun 1894, Jakarta-Surayabaya telah terhubung jalur kereta api.  Jarak yang sebelum itu membutuhkan waktu perjalanan hingga 2 minggu kemudian bisa ditempuh selama 3 hari, itupun karena kereta api hanya di jalankan siang hari.

Demikian pula setelah era komunikasi sejak pertengahan abad 19, telegram dengan cepat menjadi alat komunikas yai yang vital. Tahun 1856, Jakarta dan Boutenzoekj (Bogor) telah dihubungkan dengan sebuah jalur komunikasi telegram. Ini dilakukan hanya sekitar 4 tahun setelah jaringan Telegram di bandugn di Belanda sendiri. Di  Eropa maupun Amerika  jaringan kabel telegram dibangun sepanjang jaringan rel kereta api. Untuk menghubungkan antar benua, sejak 1870 telah berhasil dibangun kabel telegram menyeberangi lautan atlantik. Jaringan telegraph global, terutama antara eropa dan Asia sangat didominasi oleh Inggris. Pada tahun 1870 kapal CS Hibernia memasang kabel telegram sepanjang 557 mil laut antara Singapura dan Batavia. Setahu sesudah itu, kapal yang sama, disertai oleh CSEdiburg menggelar kabel telegram antara Banyuwangi dan Darwin, Australia.

Tahun 1870 an juga ditandai dengan perkembangan teknologi telepon yang, sebagaimana telegraph juga menyebar secar apesat. Pada tahun 1900, jumlah pelanggan telepon di Hindia Belanda telah mulai banyak, 925 di Batavia, 371 di Semarang , 571 di Surabaya. Bahkan di Jepara, di mana R.A. Kartini tinggal, jumlah pelanggannya telah mencapai 37.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: