Teknik Foto High Dynamic-Range (HDR)

foto HDR candi Borobudur

foto HDR candi Borobudur - sumber : www . ihad . de

Ini setting di tahun 2008, 32 tahun kemudian, …

Karena keterbatasan “infrastruktur” :-), justeru 10 tahun ini praktis saya hampir tidak pernah membuat foto. Akhir tahun 2008 saya oleh seorang rekan diperkenalkan dengan Renate, seorang ibu berumur 60 tahunan, keturunan Jerman-Belanda yang tinggal di Duisburg, yang orang-tuanya-nya dulu pernah tinggal di Indonesia sebagai pengusaha perkebunan di jaman kolonial. Di samping bekerja keras sebagai “ibu kost”, bu Renate punya berbagai hobby, antara lain melakukan perjalanan pariwisata serta mengkoleksi foto-foto obyek pemandangan alam maupun budaya dari berbagai negara, termasuk yang dari Indonesia. Kebetulan di Duisburg ada kumpulan mantan Indonesian expatriat, siapa saja yang pernah lahir atau pernah bekerja/tinggal di Indonesia, umumnya memang orang-orang dari jaman tempo doeloe.

Tapi tidak seperti rata-rata orang lainnya, si ibu atau nenek yang satu ini cukup “computer savvy“, antusias menggunakan komputer sebagai tool dalam semua hal: untuk administrasi usaha kost-nya, untuk mempersiapkan presentasi tentang budaya Indonesia di kumpulan expatriat di atas, termasuk dalam mengedit foto-foto untuk slide-nya. Dari bu Renate ini lah saya pertama kali mendengar istilah foto “HDR” (High Dynamic Range).  Selama di Duisburg aku sebenarnya sudah biasa menganut pola diskusi liberal, di mana setiap orang bebas mengemukakan pendapat atau apa yang diketahuinya, terlepas apakah dia itu awam atau pun ahli pada topik yang di diskusikan. Tetapi kali ini kumerasa “ego“-ku agak “tercubit” juga di kuliahi mengenai teknologi pencitraan/imaging HDR oleh seorang nenek-nenek Jerman yang sehari-harinya bekerja sebagai ibu-kost, hahaha, … :-D.  Enggak juga sih, sebetulnya bu Renate lebih banyak mengetengahkan apa yang diketahuinya mengenai foto HDR dari sisi seni, dan beliau mengharapkan masukan knowledge dariku dari sisi teknik-nya. Kebetulan aku memang merasa cukup “dekat” dengan bidang ini, karena sudah puluhan tahun terlibat kegiatan di bidang mikroelektronika :-), termasuk pernah bekerja di sebuah lembaga yang juga mengembangkan produk sensor citra CMOS HDR. Waktu itu aku punya kesan, sensor citra dan kamera HDR yang dikembangkan kolega ku di ruang kantor sebelah itu aplikasinya sangat khusus, misalnya untuk membantu “night vision” pada kendaraan bermotor, belum terbayang bahwa teknologi HDR juga digunakan untuk menghasilkan karya seni fotografi.

Kebetulan saat ketemu bu Renate, Nopember 2008, aku juga lagi mencoba-coba paket Image-processing toolbox yang ada di Matlab. Dari internet saya dapatkan program untuk mengolah citra foto “biasa” untuk menghasilkan citra yang paling tidak “mendekati” mutu HRD. Dikatakan “mendekati”, karena umumnya untuk mendapatkan foto bermutu HRD menggunakan kamera “biasa” di masa ini, diperlukan pengambilan gambar lebih dari sekali dengan setting pencahayaan yang berbeda. Lalu gambar-gambar dari obyek yang sama ini kemudian di “gabungkan”, menggunakan S/W misalnya Photoshop atau GIMP. Tetapi bisa juga orang membuat foto “HRD tiruan” yang hanya berasal dari satu gambar asli saja. Ini misalnya bisa dilakukan menggunakan algoritma RETINEX. Dari sebuah program Matlab yang menerapkan algoritma ini, sudah saya coba mengolah beberpa gambar foto yang ada di Internet, dengan hasil seperti saya cantumkan di bawah ini. Informasi teknis yang lebih rinci beserta Program Matlab dari algoritma RETINEX di atas saya cantumkan di blog saya yang lain:  commonemitter

Gotham City (asli)

Gotham City (asli)

Gotham City (HRD)

Gotham City (HDR)

Jakarta (asli)

Jakarta (asli)

Jakarta (HRD)

Jakarta (HDR)

Candi Prambanan (asli)

Candi Prambanan (asli)

Candi Prambanan (HDR)

Candi Prambanan (HDR)

Kampus ITB (asli)

Kampus ITB (asli)

Kampus ITB (HDR)

Kampus ITB (HDR)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: