“Sastera Iptek” :)

istlah “sastera IpTek” ini merupakan istilah yang saya buat sendiri, yang batasannya juga belum begitu jelas :-). Mungkin untuk sementara, semua karya sastera yang menambah pengetahuan maupun kesadaran pembaca-nya terhadap dunia IpTek saya anggap termasuk sastera IpTek.

Sebagai sebuah negara berkembang yang baru lahir tahun 1945, bisa dimaklumi, sastera Indonesia, bukan hanya yang ‘klasik’ seperti karya angkatan “Balai Pustaka” (1918), angkatan “Pujangga Baru” (1933), angkatan 45 (1945), maupun angkatan 66 (1966), bahkan hingga awal tahun 1970 an masih jarang sekali yang bermuatan IpTek. Mungkin baru pada pertengahan 1970 an dan awal 1980 an mulai muncul karya sastera dengan semangat yang lebih “pop”.  Pada saat yang bersamaan muncul majalah remaja seperti majalah “Gadis” yang ikut menjadi katailst munculnya novelis-novelist cerita remaja yang handal seperti Leila L. Chudori. Pada saat itu juga muncul buku-buku cerita remaja terjemahan seperti Lima Sekawan, Sapta Siaga.

Era 1970 an dan 1980 an a.l. juga diwarnai oleh apa yang disebut sebagai “Sastera Kampus”, di mana muncul karya-karya sastera dengan setting kehidupan mahasiswa di kampus. “Cintaku di Kampus Biru” dan “Badai Pasti Berlalu” termasuk kategori ini. Dalam kategori ini pula saya ingin mengelompokkan novel-novelnya Mira W.  Penulis ini dikenal sebagai dengan kisah-kisahnya yang sering melibatkan setting di sebuah Rumah Sakit ataupun di Fakultas Kedokteran, dan istilah-istilah (jargon) dunia kedokteran, yang umumnya hanya para dokter atau mahasiswa kedokteran yang mengerti. Ini saya anggap sebagai termasuk sastera Iptek.

Di tahun 2007 an muncul seorang penulis yang saya pandang sangat tidak “konvensional” yang benar-benar menegaskan sisi sebuah sastera IpTek. Andre Hirata, yang karya-karyanya cukup sarat dengan berbagai asupan ilmu pengetahuan.

Karya sastera barat yang bermuatan IpTek tentu sudah lama ada. Hampir semua film barat yang bermuatan IpTek umumnya diangkat dari sebuah novel. Di bidang kedokteran atau medical, misalnya orang mengenal penulis Robin Cook, yang banyak menulis cerita konspirasi di dunia medik. Buku-buku Robin Cook memang sarat dengan muatan informasi medik yang cukup “advanced”, mulai dari kasus penyakit menulart, senjata biologi, sampai rekayasa genetika.

Yang relatif lebih baru adalah Patricia Cornwell, yang menulis cerita sekuel detektif forensik semacam film seri CSI tetapi lebih realistis dan lebih “dalam”. Membaca buku Patricia, kita akan mendapat cukup banyak informasi dunia forensik yang cukup akurat dan realistis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: