foto keluarga jadul :-)

foto ayah & ibu (1973)

foto ayah dan ibu (1973)


ini salah satu foto bapak-ibu yang ‘survive’ sampai di dunia cyber. waktu itu saya afdruk/perbesar sendiri ukuran double-postcard. Sayangnya aku hanya punya persediaan kertas foto ukuran postcard. Jadi terpaksa kugunakan 2 buah kertas foto postcard untuk meng-capture image dari alat pembesar. Sayangnya yg ketemu
saat ini cuma kertas foto postcard bagian yang atas saja 🙂
 

tv jadul 1973 :-)

2 cah ndeso di dekat TV jadul (1974)


ini sepertinya foto tahun 1974 an. TV merk ‘Sharp’ hitam putih di background itu mrpk ‘electronic gadget’ kesayangan keluarga, kalau
gak salah masih menggunakan teknologi tabung elektron kayaknya
buatan 1960 an, dibeli sejak tahun 1971, 2nd hand 🙂
Iklan

rekaman video pada mahkamah pamungkas

Menanggapi kasus konflik legal dan politik antara Polri dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), ada yang menulis artikel renungan yang cukup menarik seperti di bawah ini.

Di sadap seperti Anggodo

Sumber: tulisan dari  facebook

Saat rekaman penyadapan Anggodo diputar di Mahkamah Konstitusi, beragam reaksi muncul dari masyarakat. Umumnya reaksi mereka marah, sebel, benci, muak, dan tak habis pikir. Nama2 yg disebut dalam rekaman itu pun memberikan reaksi yg tak kalah hebatnya. Aku tak bersalah, aku hanya melaksanakan tugas, itu fitnah, harus diusut, mencatut nama saya, dll.

Kita diijinkan oleh Tuhan mengetahui ini semua tentu ada maksud Tuhan. Tidak ada sesuatu hal pun terjadi pada diri kita yg terjadi tanpa ijin dari Tuhan. Lantas, apa yg Tuhan hendak sampaikan pada kita?

Bayangkan, aib yg terbongkar akibat penyadapan telpun dah begitu dasyat. Tentu akan lebih dasyat bila bukti yg disodorkan dalam pengadilan adalah rekaman video. Lebih dasyat lagi kalo rekaman yg diputar adalah video kehidupan kita selama 24 jam sehari. Tak hanya yg terucap dan gerakan lahiriah saja yg terekam, apa yg kita bayangkan, apa yg kita pikir, apa yg kita rasakan turut terekam.

Betapa malunya bila dalam sidang itu apa yg kita bayangkan dapat ditayangkan. Tuhan dah siapkan agen Dia untuk mengawasi setiap detail kehidupan kita lahir batin. Agen yg bertugas lengkap dg seluruh peralatan penyadapan. Tuhan Maha Tahu dan Maha mengawasi hamba2 Nya. Tanpa agen itu pun Tuhan tahu. Lalu mengapa Tuhan menugaskan Malaikat untuk menyadap kita? Itulah kebesaran kerajaan Tuhan. Tuhan yg Maha Hebat menciptakan agen2 itu untuk mengawasi kita supaya makin terasa kebesaran-NYA.

Adakah kita bisa sembunyi dari penyadapan ini? Adakah teknologi untuk jamming peralatan sadap mereka? Sama sekali TIDAK! Tak ada tempat yg aman bagi kita dari penyadapan mereka. Mata yg durhaka, hati yg durhaka, telinga, mulut, pikiran, tangan, kaki, kemaluan, hidung, dan semua anggota tubuh yg lahir maupun yg batin, SEMUANYA SUDAH DISADAP.

Sekarang kelihatan bukan, bahwa kita tak lebih baik dari Anggodo. Satu dosa saja, bila tak ditaubatkan nerakalah padahnya. Kalau Anggodo taubat mungkin dia akan Tuhan redhai. Sedangkan kita yg membencinya lupa untuk menyuluh kejahatan diri kita yg sangat banyak. Tentu nasib kita akan lebih malang
dari dia.

the 99: tokoh-2 superhero baru yg ‘islami’

 

sh99_cover00

para superhero dalam serial komik "99"

 

Sejak tahun 2004, Naif Al-Mutawa, seorang pengusaha Kuwait yang bergelar Ph.D di bidang Psikologi Klinik menciptakan tokoh komik superhero yang di ilhami nilai-nilai spiritual Islam. Ini dituangkan dalam suatu serial komik yang secara bertahap menampilkan 99 pahlawan Superhero yang nama maupun sifat khas masing-masing di ilhami oleh 99 sifat Tuhan. Dengan keistimewaan masing-masing, mereka bisa bekerjasama dalam suatu tim pembasmi kejahatan yang tangguh. Misalnya, Superhero bernama Jabbar (Al-Jabbar, diri yang kuat, sang penakluk) mempunyai kekuatan fisik yang luar biasa. Noora (An-Nuur, sang cahaya), yang mendampingi nya mempunyai kemampuan melihat “cahaya kebenaran” di dalam aksinya menanggulangi kejahatan. Yang  juga menarik, ke 99 tokoh superhero ini digambarkan berasal dari berbagai bangsa. tokoh Fattah (Al-Fattah, sang pembuka), dari Indonesia mempunyai kemampuan membuka dan menutup pintu gerbang (gate) yang berada di manapun. Tokoh Daar (Ad-Daar, sang pemberi mudharat) dari Amerika mempunyai kemampuan menimbulkan rasa sakit pada musuhnya, lalu Mumita (Al-Mumit, diri yang mematikan), tokoh Superhero dari Portugis mempunyai kelincahan gerak yang luar biasa. Tokoh Batina (Al-Batin, diri yang tersembunyi), Superhero dari Yaman yang mengenakan Burqa direncanakan akan muncul dalam salah satu serial yang terbit tahun ini

.

Sumber rujukan: “islamic superheros going global”

 

tokoh "Jabbar Sang Perkasa"

tokoh "Jabbar Sang Perkasa"

 

Jabbar sang Perkasa dan Noora sang Cahaya

Jabbar sang Perkasa dan Noora sang Cahaya

 Sebagai pengusaha media pemegang lisensi dari Marvel, Al-Mutawa tadinya mempunyai usaha menerbitkan komik-komik Superhero yang sudah dikenal seperti Superman, Batman, dan Spiderman dalam bahasa Arab. Tetapi tokoh-tokoh superhero baru yang diciptakannya dalam serial “99” ini telah menjadi media yang mandiri mulai dikenal tidak saja di Kuwait dan negeri-negeri Arab bahkan telah menghasilkan pennjualan lisensi di beberapa negara lain seperti India, Bangladesh, Spanyol, Perancis, Inggris, Kanada, dan Amerika.

Perlu dicatat di sini bahwa nilai-nilai spiritual Islam di dalam kisah serial komik ini hanya berperan sebagai sumber ilham, dan tidak ditonjolkan secara eksplisit maupun eksklusif. Pada akhirnya nilai-nilai kebajikan yang dibawa adalah nilai-nilai yang sebenarnya bersifat universal. Penggunaan 99 nama atau sifat Tuhan sebagai sumber ilham mungkin mengingatkan bahwa setiap pribadi manusia sebenarnya mempunyai potensi mewarisi sebagian sifat-sifat tersebut yang apabila dipadukan dengan potensi pribadi yang lain akan bisa digunakan sebagai kekuatan yang tangguh dalam mewujudkan cita-cita masyarakat yang mulia.

Sebagai catatan lain, alur kisah komik serial 99 ini juga di ilhami sejarah Islam abad ke 13 sewaktu serbuan bangsa Mongol dari Timur pada tahun 1258 yang memporak porandakan bangunan peradaban Islam pada masa itu yang salah satu pusatnya ada di Baghdad. Ini kemudian dikemas menjadi sutau kisah fantasi, di mana tokoh Jabbar dan Noora harus berlomba dengan musuh utama mereka: Rughal dalam mencari dan memperebutkan keberadaan batu-batu manikam yang mengandung kode-kode rahasia, hasil enkripsi pemikiran para intelektual Baghdad serta mengandung kekuatan.

Al-Mutawa juga sudah mempunyai rencana untuk membuat film kartun/animasi dari kisah serial 99 di atas untuk diputar di TV.

pocket camera & disposable flash lamp

pocket camera & disposable lamp

pocket camera & disposable lamp

salat tarawih selebritis se nusantara

Dari sebuah posting di facebook saya menemukan sebuah karya lukisan yang nampaknya berasal dari jaman kerajaan Demak di Jawa di abad 15/16. Lukisan ini memperlihatkan adegan ketika Sunan Kalijaga memimpin sholat Tarawih berjamaah di Masjid Demak. Pada lukisan terlihat pamandangan bagian dalam/interior Masjid Demak: tiang, belandar/palang, kasu usuk, dan atap sirap sebuah bangunan berarsitektur Joglo. Yang juga unik, di belakang sang Sunan nampak para makmum, terdiri dari para “selebritis” yang sudah sangat terkenal tampak tekun mengikuti sholat Tarawih :-).

 

tarawih

shalat tarawih yg dipimpin Sunan Kalijaga yg di ikuti dengan tekun oleh para Makmum yang penampilannya sudah sangat dikenal masyarakat 🙂

jenis-jenis kamera :-)

kamera plastik untuk pemula (harga Rp 750,- tahun 1976)

(A) kamera plastik untuk pemula (harga Rp 750,- tahun 1976)

 

 

kamera WYIWYG jadul dgn 2 lensa

(B) kamera WYIWYG jadul dgn 2 lensa

 

camera_old

(C) kamera angkatan pujangga baru 🙂

 

kamera paling "minimalis/spartan" di dunia hanya terdiri dari lubang, shutter, dan film

(D) kamera paling "minimalis/spartan" di dunia hanya terdiri dari lubang, shutter, dan film

 

kamera hasil kerajinan dari tanah liat :-)

(E) kamera hasil kerajinan dari tanah liat 🙂

 

camera obscura 1686 (tanpa lensa)

(F) camera obscura thn 1686 (tanpa lensa)

 

kamera siap rakit

(G) kamera siap rakit

 

camera interfacing

(G) camera & interfacing circuit

 

kamera buat orang mapan :-)

(H) kamera kalangan yuppiest 🙂

teknik fotografi utk science lab

Memperhatikan beberapa foto maupun video Profil 50 tahun ITB yang dibuat saat ini, meskipun sudah cukup bagus, namun mungkin ada beberapa butir saran untuk peningkatan bagi pembuatan versi-versi berikutnya:

(1) Pemilihan sudut pengambilan dan penggunaan lensa sudut lebar

Menurut yang saya amati, sudut pengambilan yang dipilih pada pembuatan video “profil 50 tahun itb” mungkin belum begitu optimum, belum nampak bisa menonjolkan kesan keindahan pandangan perspektif bangunan-bangunan di kampus. Sebagai perbandingan, saya menemukan kumpulan foto-foto kampus yang dibuat seorang alumnus itb yang sudut pengambilannya saya lihat “lebih optimum”:


http://irfanchemist.wordpress.com/2009/06/23/itb-campus

Di samping itu, penggunaan lensa sudut lebar (wide angle lens) untuk obyek-obyek tertentu baik bagian exterior maupun interior bangunan mungkin akan lebih bisa menonjolkan keindahan perspektifnya. Di bawah ini saya cantumkan contoh foto (dari internet), yang satu menunjukkan sebuah gang/koridor, yang bisa dijadikan referensi untuk men “shoot” koridor-koridor di dalam lab maupun di luar bangunan kampus ITB. Gambar yang satu “mengingatkan” saya pada pemandangan interior aula barat, jadi mungkin bisa dijadikan acuan untuk memilih sudut pengambilan yang optimal, misalnya pada saat acara-acara tertentu di aula barat.

wide_corridor 
 wide_aula

 

(2)Teknik Pencahayaan

Yang kedua adalah mengenai teknik pencahayaan untuk foto-foto di dalam ruang laboratorium. Saya sudah cukup sering memperhatikan foto-foto lab yang dibuat untuk brosur lembaga-lembaga riset terkemuka ataupun produsen peralatan lab hitech, yang seringkali menggunakan teknik pencahayaan yang khusus untuk lebih menonjolkan kesan “scientific” ataupun “hitech”

Ini misalnya dicapai dengan menggelapkan ruangan, lalu menambahkan cahaya dengan warna-warni tertentu, umumnya warna biru sebagai warna latar, di tambah warna merah. Kadang-kadang warna hijau berpendar/flourosence digunakan jika obyek yang ditampilkan memang sesuai, misalnya senyawa organik tertentu yang mempunyai efek berpendar.

tem_microscope

foto iklan peralatan mikroskop elektron. dapat dilihat penggunaan cahaya biru pada dinding latar belakang

inside_lab_00

foto lab yang kebetulan memang menggunakan perangkat optik seperti Laser. Tetapi di latar belakang nampak ditambahkan cahaya biru/ungu pada plafon

ion_implanter

foto iklan peralatan Ion-implanter utk wafer-fab, sudah jelas bahwa cahaya biru dan ungu di belakang dan di depan itu merupakan cahaya tambahan, di dalam sebuah ruang yang digelapkan

diffusion_furnace

peralatan tungku difusi di dalam wafer-fab. Di sini kebetulan memang dalam kenyataan digunakan cahaya kuning, jadi bukan penambahan cahaya yang disengaja

inside_lab_01

foto ini memperlihatkan tempat penyimpanan wafer pada sebuah wafer-fab. Nampak pada latar belakang ditambahkan cahaya merah/jingga

 

(3) Efek “CSI” 🙂

Kalau kita perhatikan adegan-adegan di dalam film seri TV CSI, akan sering kita jumpai adanya koleksi zat-zat kimia atau reagents yang warna-warni di dalam “lab. forensik” yang digunakan. Tentu saja zat-zat ini hanya bohong-bohongan (fake) , yang mestinya kurang tepat untuk ditiru di dalam pembuatan video profil sebuah lab/lembaga riset beneran :-). Tetapi tidak ada salahnya memilih zat-zat kimia (reagen) yang beneran yang warnanya memang menarik, seperti spiritus atau zat organik yang berpendar. Keempat foto di bawah ini memperlihatkan pemandangan atau adegan di dalam sebuah laboratorium forensik atau di TKP, 3 di antaranya dari film serial TV CSI. Dapat dilihat secara jelas penggunaan cahaya warna biru dan kuning yang dominan untuk menonjolkan kesan suasana “scientific”.

 

 csi2
 CSI: CRIME SCENE INVESTIGATION
 csi4
 csi3

Paskibraka Timor Leste :-)

Foto-foto di bawah ini, saya ambil dari website-nya Dept. Hankam nya Aussie menggambarkan suasana upacara peringatan Hari Kemerdekaan Timor Leste yang ke 7 (sejak pernyataan kemerdekaan resmi tahun 2002), atau yang ke 10 (sejak jajak pendapat tahun 1999). Yang cukup menarik, pada upacara tersebut juga digunakan Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka).

 20090520adf8115142_047.jpg
 20090520adf8115142_080.jpg
 20090520adf8115142_097.jpg
 20090520adf8115142_105.jpg

Peta “United States of Indonesia” 1946

 

Di perpustakaan universitas kebetulan ada arsip majalah terbitan lama, misalnya bundel majalah Time sejak tahun 1930 an sampai dengan tahun 1970 an. Majalah Time terbitan 23 Desember 1946 mencantumkan gambar Ir. Sukarno sebagai gambar sampul dan memuat artikel mengenai keadaan Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan yang bahan utama nya berasal dari tulisan Robert Sherrod, koresponden majalah Time di Batavia, yang dikirim melalui kawat waktu itu. Salinan gambar sampul maupun artikel sepanjang 4 halaman tersebut sudah saya pindai dan saya cantumkan di bawah ini.

Ada beberapa hal yang menarik dari artikel ini yang bisa jadi tidak semua bisa kita peroleh dari buku-buku pelajaran sejarah di sekolah-sekolah Indonesia atau dari arsip-arsip yang ada di dalam negeri, misalnya:

  • peta “defacto Indonesia” pada tahun 1946, 1 tahun setelah Proklamasi, di mana Belanda yang dengan perasaan terpaksa mengusulkan kompromi, agar kemerdekaan Indonesia dilakukan secara bertahap, di mana pada tahap itu wilayahnya hanya terdiri dari Jawa, Sumatera, dan Madura (mengenai perkembangan wilayah/peta “de facto” Indonesia 1945-1963 memang di cantumkan dalam buku-buku pelajaran sejarah).
  • pendapat Robert Sherrod bahwa lagu “Indonesia Raya”, irama nya sebagian “menjiplak” dari lagu yang sudah ada: “Boola-Boola” (lagu Belanda?)
  • dan mungkin yang paling penting, menjawab pertanyan hipotetik: Apakah setelah memprokamirkan kemerdekaannya waktu itu bangsa Indonesia benar-benar kelihatan mampu menyelenggarakan pemerintahan secara mandiri? koresponden Robert Sherrod menjawab sendiri pertanyaan itu: “They have done surprisingly well, and with some assistance – Dutch or otherwise – I think they can.” Bahkan Van Mook sendiri mengatakan bahwa selama 5 tahun terakhir tersebut (1941-1945) bangsa Indonesia nampak mengalami proses pematangan yang cepat, yang bahkan belum pernah teramati selama 50 tahun sebelumnya.”
  • ada juga catatan sejarah yang bisa mengundang senyum: Perdana Menteri Syahrir waktu itu sempat menjalin hubungan akrab dengan John McKerreth, konsul jenderal Inggris. Ketika pasukan Inggris akhirnya ditarik dari Indonesia, Syahrir menyampaikan penghargaanya kepada Inggris sambil “menyentil” Belanda: “You introduced to our country some attractive traits of western culture that our people have rarely seen before from the white people they know: your politeness, kindness, and dignified self-restrain …”  Ketika Van Mook, sebagai wakil bangsa Belanda kelihatan tersinggung dikatakan sebagai “less civilized” ketimbang Inggris, Syahrir dengan kalem menjawab, yang kira-kira bunyinya: “don’t worry meneer.” “Pokoknya kalo pasukan sampeyan nanti mau angkat kaki dari Indonesia, Belanda bakal gue puji setinggi langit deh, melebihi bangsa Inggris .. ” 🙂

 

 sukarno_A0
 sukarno_C1
 sukarno_C2
 sukarno_C3
 sukarno_C4

سُوۡرَةُ الرَّحمٰن – Surat Ar-Rahman (15)


رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقَيۡنِ وَرَبُّ ٱلۡمَغۡرِبَيۡنِ
١٧

Tuhan dua tempat matahari terbit dan dua tempat matahari tenggelam
17

يَـٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْ‌ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَـٰنٍ۬
٣٣

“wahai golongan jin dan manusia, jika kalian mampu menembus penjuru langit dan bumi, maka tembuslah, engkau tidak akan sanggup menembusnya melainkan dengan suatu kekuatan”

33

« Older entries